Ratusan ribu keturunan Yahudi Sephardi yang diusir ratusan tahun lalu meminta kewarganegaraan Spanyol

0


Hak atas foto
AFP

Image caption

Para pelamar harus membuktikan sudah memiliki hubungan dengan Spanyol selama berabad-abad.

Spanyol menerima 127.000 lamaran menjadi warga negara dari masyarakat Yahudi Sephardi.

Batas waktu bagi warga Yahudi yang tinggal di luar Spanyol untuk mendaftarkan diri menjadi warga negara Spanyol telah berakhir. Sekitar 127.000 telah melamar, sebagian besar dari Amerika Latin.

Yahudi yang tinggal di Meksiko diprioritaskan, dengan 20.000 jumlah permohonan, diikuti oleh Yahudi di Venezuela dan Kolombia.

Pada tahun 2015, Spanyol meloloskan peraturan untuk “membayar ganti rugi” pengusiran Yahudi Sephardi dari negara itu pada abad pertengahan.

Di abad ke-15, kerajaan Katolik Spanyol setelah mengalahkan bangsa Moor Muslim, memaksa orang Yahudi berganti agama atau meninggalkan negara itu.

Para permohon harus memberikan bukti hubungan kekeluargaan dengan Spanyol abad pertengahan – yang pada sejumlah kasus sulit dilakukan. Selain itu mereka harus mendapatkan sertifikat pengacara terkait dengan asal usul Sephardi mereka.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Pemukiman kuno Yahudi di Toledo adalah pusat budaya Abad Pertengahan.

Pengusiran massal

Yahudi Spanyol memberikan nama Ibrani “Sepharad” bagi semenanjung Iberia. Karena itulah keturunan Yahudi dari Spanyol dan Portugal masih mengacu kepada diri mereka sebagai Yahudi Sephardi.

Pemohon kewarganegaraan Spanyol berhak mempertahankan kewarganegaraannya saat ini, meskipun pada umumnya Spanyol tidak mengakui kewarganegaraan ganda.

Para pemohon juga harus lolos tes budaya dan konstitusi Spanyol, serta mampu berbahasa Spanyol atau Ladino, bahasa campuran Yahudi-Spanyol.

Portugal masih menawarkan kebijakan yang sama.

Di bawah kerajaan Moor, Al-Andalus, masyarakat Yahudi berkembang, agama mereka diterima dan ilmuwan Yahudi memberikan pengaruh signifikan, menyebarkan pengetahuan timur ke Eropa abad pertengahan.

Ahli sejarah memperkirakan sekitar 20.000 Yahudi tinggal di Spanyol sebelum pengusiran, yang dilakukan setelah Katolik menguasai Granada pada tahun 1492. Yahudi Sephardi pada umumnya tinggal di Afrika Utara, Balkan, Turki dan kemudian di Amerika Latin.

Yahudi yang mendapatkan kewarganegaraan Spanyol berdasarkan hukum baru tidak diwajibkan pindah ke Spanyol. Upacara naturalisasi dapat dilaksanakan di konsulat Spanyol di negara tempat tinggal.

Media Spanyol melaporkan terjadi gelombang besar pemohon beberapa saat sebelum batas waktu 30 September; 67.000 orang mendaftarkan diri pada bulan September.

Diperkirakan terdapat paling tidak dua juta diaspora Yahudi Sephardi di dunia.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Andrés Villegas, warga Kolombia, bernenek moyang Yahudi yang dilahirkan pada tahun 1595.

Catatan gereja

Rocío Sánchez, ahli silsilah Kolombia mengatakan “sebagian besar orang yang saya tangani, yang menginginkan keuntungan memiliki paspor Spanyol, adalah anak muda, umur 25 – 35 tahun, hampir semuanya profesional.

Kantor berita AFP mewawancara insinyur Katolik Kolombia, Andrés Villegas, yang sekarang mengharapkan “masa tua yang nyaman” di Spanyol.

Dia meneliti catatan gereja di Kolombia, menelusuri nenek moyangnya dan memeriksa catatan Inquisition di Cartagena, yang menghukum siapapun yang mempraktekkan ritual Yahudi.

Dia menemukan seorang pendahulunya, kapten milisi Cristóbal Gómez de Castro, kelahiran tahun 1595, dihukum Inquisition karena “melakukan kegiatan Yahudi”. Kolombia saat itu adalah bagian dari kerajaan Spanyol.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Pohon keluarga Villegas: pemohon menghabiskan waktu berjam-jam memeriksa dokumen kuno.

Ángel Calderón, Yahudi Sephardi Argentina yang tinggal di ibu kota Kolombia, Bogota, memuji Raja Spanyol yang berusaha membantu keturunan Yahudi yang diusir.

“Raja Felipe Spanyol mengatakan kepada kami secara langsung bahwa mereka melakukan kesalahan dan bahwa kami diizinkan pulang – ini adalah sesuatu yang akan menyembuhkan, atau memperbaiki rasa sakit karena ketidakadilan sejarah,” katanya kepada AFP.

Sebelum hukum tahun 2015, Yahudi Sephardi hanya dapat memohon kewarganegaraan Spanyol setelah dua tahun hidup di Spanyol, atau melewati jalur khusus pemerintah. Pada banyak kasus mereka kemudian harus mencabut kewarganeraannya saat itu untuk mendapatkan kewarganegaraan Spanyol.



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here